Xpeng kembali menyiapkan kejutan untuk pasar otomotif Indonesia menjelang GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2026. Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli sampai 9 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Xpeng telah memastikan keikutsertaannya dan menyebut akan membawa lini produk global dalam sebuah area khusus. Di tengah persiapan itu, L03 muncul sebagai kandidat terkuat untuk menjadi mobil baru yang diperlihatkan kepada publik Indonesia. Sampai artikel ini disusun, Xpeng Indonesia belum mengumumkan secara terbuka bahwa L03 pasti menjadi model utama yang diluncurkan, sehingga statusnya masih berupa bocoran kuat.
Kemunculan nama L03 bukan tanpa alasan. Mobil ini baru menjalani peluncuran global di Munich, Jerman, pada 16 Juli 2026 dan dipersiapkan untuk puluhan pasar internasional. Waktu perkenalannya hanya berselang sekitar dua pekan sebelum GIIAS 2026 dibuka. Jarak waktu yang berdekatan membuat Indonesia menjadi lokasi yang masuk akal untuk penampilan perdananya di kawasan, meski bentuk kehadirannya masih dapat berupa mobil pajangan, pratinjau pasar, atau peluncuran resmi.
Nama L03 Berbeda dari MONA M03
Xpeng L03 perlu dibedakan dari MONA M03 yang lebih dahulu dikenal sebagai sedan listrik bergaya liftback. L03 merupakan SUV coupe dengan bodi lebih tinggi, kabin lebih lapang, dan pilihan sistem penggerak yang lebih luas. Di China, mobil ini dipasarkan sebagai XPeng MONA L03, sedangkan nama MONA tidak digunakan pada sejumlah pasar internasional. Untuk pasar global, produsen memilih nama yang lebih sederhana, yaitu XPeng L03.
Perbedaan penamaan tersebut penting karena spesifikasi China dan global tidak sepenuhnya sama. Versi China memiliki pilihan baterai serta varian extended range yang disesuaikan dengan kebutuhan domestik. Konfigurasi Eropa menggunakan standar pengujian WLTP, kapasitas baterai berbeda, serta pilihan penggerak roda belakang dan semua roda. Unit yang dibawa ke GIIAS belum tentu langsung menggambarkan versi produksi Indonesia.
“L03 menarik bukan hanya karena desainnya, tetapi karena Xpeng berusaha membawa teknologi kelas atas ke ukuran kendaraan yang lebih mudah diterima keluarga perkotaan.”
Proporsi SUV Coupe dengan Bodi Lebar
Secara dimensi, Xpeng L03 memiliki panjang 4.650 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.600 mm, dan jarak sumbu roda 2.850 mm. Angka tersebut menempatkannya di wilayah SUV menengah, tetapi garis atap yang menurun membuat tampilannya lebih rendah dan dinamis dibanding SUV keluarga konvensional. Lebarnya mencapai 1,92 meter, sehingga kabin berpotensi memberikan ruang bahu yang baik untuk lima penumpang.
Bagian luar membawa bentuk fastback dengan pintu tanpa bingkai, gagang pintu setengah tersembunyi, lampu belakang memanjang, serta active grille shutter untuk mengatur aliran udara. Koefisien hambatan udaranya tercatat 0,228 Cd pada konfigurasi global. Pilihan pelek mencakup ukuran 18 inci sampai 20 inci, tergantung varian dan pasar.
Bocoran Spesifikasi Xpeng L03 Versi Global
Versi global Xpeng L03 memiliki tiga konfigurasi listrik utama. RWD Standard Range menggunakan baterai LFP berkapasitas bruto 58,3 kWh. Motor listriknya menghasilkan 180 kW atau sekitar 245 PS dengan torsi 264 Nm. Jarak tempuhnya mencapai 445 km berdasarkan WLTP, sedangkan akselerasi dari posisi diam menuju 100 km per jam membutuhkan 7,5 detik. Kecepatan puncaknya dibatasi pada 180 km per jam.
RWD Long Range memakai baterai LFP 71,2 kWh dengan tenaga dan torsi yang sama. Jarak tempuhnya meningkat menjadi 520 km berdasarkan WLTP. Akselerasinya tercatat 6,6 detik menuju 100 km per jam. Perbedaan akselerasi meski keluaran motor serupa dapat berkaitan dengan kalibrasi sistem penggerak, kemampuan baterai memasok daya, serta pengaturan perangkat lunak.
Varian AWD Performance berada di posisi paling bertenaga. Dua motor listrik menghasilkan tenaga gabungan 285 kW dan torsi 431 Nm. Mobil ini dapat berakselerasi menuju 100 km per jam dalam 4,5 detik, sementara jarak tempuh WLTP berada di sekitar 440 km. Baterainya tetap menggunakan kapasitas bruto 71,2 kWh.
Pengisian Cepat Menjadi Daya Tarik Utama
RWD Standard Range mendukung pengisian cepat DC hingga 193 kW. Baterai dapat diisi dari 10 persen menuju 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit pada kondisi ideal. RWD Long Range dan AWD Performance mendukung daya DC sampai 236 kW dengan waktu pengisian serupa. Pengisian AC tersedia hingga 11 kW.
Xpeng juga menyediakan fungsi Vehicle to Load pada sejumlah konfigurasi. Energi dari baterai kendaraan dapat digunakan untuk menyalakan perangkat listrik eksternal melalui adaptor yang sesuai. Ketersediaannya pada versi Indonesia tetap perlu menunggu rincian resmi karena kelengkapan setiap negara dapat berbeda.
Versi China Menawarkan Extended Range
Konfigurasi China memiliki pilihan listrik murni dengan baterai 56 kWh atau 69 kWh. Jarak tempuh CLTC berada pada 525 km sampai 650 km, tergantung trim. Motor belakang menghasilkan 183 kW dan torsi 280 Nm, sedangkan akselerasinya berada pada 6,6 detik sampai 7,5 detik menuju 100 km per jam.
Selain listrik murni, tersedia versi extended range dengan baterai 37,2 kWh dan mesin bensin 1,499 liter sebagai pembangkit listrik. Jarak tempuh listriknya mencapai 315 km sampai 325 km berdasarkan CLTC, sedangkan jarak gabungan diklaim berada pada 1.330 km sampai 1.380 km. Tangki bahan bakarnya berkapasitas 42 liter.
Belum ada kepastian apakah Indonesia akan memperoleh versi listrik murni, extended range, atau keduanya. Penentuan sistem penggerak berkaitan dengan homologasi, posisi harga, kesiapan layanan, dan rencana perakitan. Kehadiran unit pameran di GIIAS juga belum otomatis berarti seluruh varian akan dijual.
Kabin Minimalis dengan Layar 15,6 Inci
Interior L03 mengikuti pendekatan kabin digital. Pusat kendali berada pada layar sentuh 15,6 inci yang mengatur hiburan, navigasi, pengaturan kendaraan, dan sejumlah fungsi kenyamanan. Pada versi tertentu tersedia head up display lebar untuk menampilkan informasi berkendara di area pandang pengemudi. Tata letak dasbor dibuat bersih dengan jumlah tombol fisik terbatas.
Xpeng menawarkan pencahayaan kabin dengan 256 pilihan warna, ventilasi kursi, pemanas kursi, serta pijat 14 titik pada konfigurasi tertentu. Versi China juga mencantumkan kursi penumpang depan berposisi zero gravity, atap kaca panoramik, pengisi daya nirkabel 50 watt, dan pendingin udara dua zona dengan penyaring PM2.5. Kelengkapannya dapat berubah saat masuk ke negara lain.
Ruang penyimpanan menjadi salah satu bagian yang ditonjolkan. L03 memiliki 37 tempat penyimpanan di seluruh kabin. Bagasi belakang berkapasitas 539 liter dan dapat diperluas menjadi 1.640 liter setelah kursi baris kedua dilipat. Versi listrik juga memiliki bagasi depan 102 liter, ditambah laci 10 liter di bawah kursi belakang.
Sistem AI dan Google Maps Terintegrasi
Untuk pasar internasional, Xpeng mengumumkan kerja sama dengan Google Maps. L03 menjadi model awal yang menggunakan Google Maps Auto SDK di dalam sistem kendaraan. Pengguna tidak perlu mengandalkan pencerminan layar ponsel untuk memperoleh navigasi, pencarian lokasi, informasi lalu lintas, perkiraan pemakaian energi, dan perencanaan perjalanan. Antarmukanya tetap dirancang oleh Xpeng, sedangkan layanan pemetaan berasal dari Google Maps.
Pada trim tinggi versi China, L03 menggunakan hingga dua chip Turing AI dengan kemampuan komputasi efektif sampai 1.500 TOPS. Perangkat tersebut mendukung bantuan berkendara, pengenalan lingkungan sekitar, parkir otomatis, pemantauan jalur, serta fungsi NGP sesuai aturan dan cakupan layanan di masing masing wilayah. Varian lebih rendah memiliki perangkat keras yang lebih sederhana.
Teknologi bantuan mengemudi tetap memerlukan perhatian penuh pengemudi. Xpeng menjelaskan bahwa XPILOT ASSIST tidak dapat menangani seluruh kondisi jalan, cuaca, dan lalu lintas. Pengemudi harus siap mengambil alih kemudi, pengereman, maupun akselerasi apabila sistem tidak merespons dengan tepat.
“Kekuatan utama L03 kemungkinan bukan berada pada satu fitur tunggal, melainkan pada perpaduan efisiensi, ruang kabin, komputasi kendaraan, dan harga yang dijaga tetap kompetitif.”
Perangkat Keselamatan dan Kaki Kaki
Xpeng membekali L03 dengan tujuh kantong udara sebagai perlengkapan standar pada konfigurasi global. Struktur bodinya menggunakan kerangka baja berkekuatan tinggi, sedangkan baterai memiliki perlindungan termal dan benturan. Perangkat keselamatan aktif mencakup pengereman darurat otomatis, pemantauan titik buta, bantuan menjaga jalur, peringatan kendaraan melintas dari belakang, serta peringatan saat membuka pintu.
Versi China mencantumkan 12 sensor ultrasonik, empat kamera pandangan 360 derajat, dan hingga tujuh kamera bantuan berkendara. Suspensi depan memakai model MacPherson, sedangkan bagian belakang menggunakan sistem independen lima tautan. Beberapa trim juga memiliki peredam dengan kekerasan yang dapat disesuaikan.
Harga Indonesia Masih Misterius
Di Jerman, L03 RWD Standard Range diumumkan mulai 35.600 euro, sedangkan RWD Long Range mulai 38.600 euro. Di China, daftar harga resminya berada pada 123.800 yuan sampai 156.800 yuan, tergantung sistem penggerak dan tingkat perlengkapan. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga setiap negara dipengaruhi spesifikasi, pajak, distribusi, standar keselamatan, perangkat lunak, dan fasilitas layanan.
Harga itu tidak dapat langsung dijadikan patokan untuk Indonesia. Posisi L03 kemungkinan berada di bawah G6 bila dipasarkan resmi, tetapi keputusan akhirnya bergantung pada varian yang dipilih. Baterai 58,3 kWh dapat menjadi pintu masuk yang lebih terjangkau, sedangkan Long Range menawarkan jarak tempuh lebih besar untuk perjalanan antarkota.
Xpeng telah memulai perakitan kendaraan di fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta. Apabila L03 memperoleh volume penjualan yang cukup dan dimasukkan ke dalam rencana produksi dalam negeri, peluang untuk menekan biaya serta memenuhi persyaratan insentif dapat terbuka. Namun, belum ada pengumuman bahwa L03 akan dirakit di Indonesia.
Hal yang Perlu Diperiksa di Booth Xpeng
Pengunjung perlu memperhatikan posisi kemudi pada mobil yang dipamerkan. Unit setir kiri dapat menunjukkan bahwa kendaraan tersebut masih berstatus pajangan global, sedangkan unit setir kanan memberi sinyal persiapan lebih dekat menuju penjualan. Jenis konektor pengisian, bahasa pada sistem hiburan, dukungan peta Indonesia, dan pilihan kartu SIM kendaraan juga layak diperiksa.
Rincian baterai perlu mendapat perhatian karena angka 58,3 kWh, 71,2 kWh, 56 kWh, dan 69 kWh berasal dari pasar berbeda. Xpeng Indonesia perlu menjelaskan kapasitas bruto dan kapasitas yang dapat digunakan, standar pengujian jarak tempuh, daya pengisian maksimum, serta garansi baterai sebelum membuka pemesanan.
Status kehadiran L03 juga harus dibedakan antara peluncuran, pratinjau, dan penjualan. Xpeng Indonesia telah mengumumkan area khusus yang menampilkan pilihan produk global di GIIAS 2026, tetapi halaman acara resminya belum menyebut nama L03. Pengumuman pada hari media akan menentukan apakah SUV coupe tersebut hanya diperkenalkan, mulai dipesan, atau digunakan untuk mengukur minat pengunjung.
Bila benar hadir, L03 akan memperluas pilihan Xpeng di luar X9 dan G6 Pro yang sudah dikenal di Indonesia. Ukurannya lebih ringkas daripada SUV besar, tetapi ruang bagasi, jarak sumbu roda, dan fitur kabinnya tetap dirancang untuk penggunaan keluarga. Perhatian di lantai pameran akan tertuju pada varian yang dipilih, posisi harga, kesiapan setir kanan, dan jadwal pengiriman kepada konsumen.








